expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Prosedur, Keuntungan dan Kerugian Metode Bayi Tabung

Prosedur Bayi Tabung Info Kesehatan Indonesia
       Banyak orang menganggap, keluarga belum lengkap tanpa kehadiran anak di antara suami dan istri. Namun, tidak sedikit yang harus menunggu datangnya si buah hati. Ada yang akhirnya mendapat anak setelah bertahun-tahun menikah, namun ada juga yang tidak kunjung mendapat berkah. Bagi kelompokyang kurang beruntung, saat ini telah ada yang disebut dengan assisted reproductive technology, yaitu teknologi yang bertujuan mewujudkan impian pasangan untuk menghadirkan seorang anak di tengah keluarga.
       Salah satu di antara assisted reproductive technology yang paling dikenal adalah bayi tabung. Pada metode bayi tabung, sel telur dan sperma dipertemukan dan dibuahi di luar tubuh, di dalam sebuah cawan petri. Pembuahan di luar ini disebut juga dengan in vitro fertilization (IVF). Teknologi IVF dikembangkan oleh dr. Robert Edwards tahun 1978 dan telah berhasil menghadirkan lebih dari 4juta bayi di seluruh dunia.

Hanya jika Usaha Lain Tidak Membuahkan Hasil
Tidak sabar ingin memiliki anak?
        Jika anda tidak kunjung hamil setelah berhubungan seksual secara teratur selama satu tahun tanpa kontrasepsi, maka mungkin diperlukan sejumlah pemeriksaan terlebih dahulu,sebelum memutuskan untuk melakukan terapi. Menurut Dr. Hasto Wardoyo SpOG (K), Ginekologi asal  kota Yogyakarta, pemeriksaan bertujuan untuk mencari tahu mengapa kehamilan yang dinanti tidak juga terjadi. Metode bayi tabung dapat menjadi pilihan pada berbagai kasus gangguan kesuburan seperti:
a.    Endometriosis
b.    Hitung sel sperma rendah
c.    Gangguan pada rahim atau saluran telur (misalnya akibat in- feksi panggul atau operasi)
d.    Gangguan ovulasi
e.    Adanya antibodi yang bertentangan dengan sperma atau sel telur
f.    Ketidakmampuan sperma untuk menembus atau bertahan di lendir leher rahim
g.    Gangguan kesuburan yang tidak diketahui
       Metode ini juga dapat dianjurkan bagi wanita yang berusia lebih lanjut, agar kemungkinan hamil lebih besar. Bayi tabung biasanya merupakan upaya paling akhir yang dianjurkan, setelah upaya lain seperti obat, pembedahan,dan inseminasi buatan tidak membuahkan hasil.

Prosedur Bayi Tabung
        Teknik pembuahan in vitro atau bayi tabung bertujuan untuk memastikan bahwa sel telur dibuahi oleh sel sperma sebelum akhirnya dapat tertanam di dalam rahim. Waktu yang diperlukan secara keseluruhan adalah sekitar tiga minggu. Proses dilakukannya bayi tabung meliputi lima langkah dasar, yaitu:
1.    Stimulasi, disebut juga dengan superovulasi.
Pada tahap ini, calon ibu diberikan obat untuk merangsang produksi sel telur. Pada keadaan normal, seorang wanita hanya akan memproduksi satu sel telur setiap bulan. Namun dengan pemberian obat, indung telur dapat menghasilkan beberapa sel telur sekaligus dalam satu bulan. Perkembangan sel telur diawasi secara rutin melalui USG transvaginal dan pemeriksaan kadar hormon. Sel telur diperlukan dalam jumlah banyak,agar kemungkinan berhasil lebih besar. Selain itu, jika lebih, sel telur dapat disimpan, sehingga jika tidak berhasil, proses bayi tabung dapat dicoba kembali tanpa melalui proses ini. Jika pertumbuhan sel telur dirasa cukup, maka calon ibu akan diberi suntikan obat yang mengandung hormon kehamilan.
2.    Pengambilan sel telur
Sel telur di dalam indung telur, ditarik keluar satu per satu menggunakan jarum kecil yang diselipkan melalui vagina sampai ke indung telur. Prosedur ini dapat dilakukan tanpa harus dirawat inap. Pada hari yang sama, sperma dari suami juga akan diambil.
3.    Inseminasi dan fertilisasi
Sperma dari suami dan sel telur dengan kualitas baik disatukan dan disimpan di sebuah tempat khusus. Hal ini disebut dengan inseminasi.Sperma biasanya akan membuahi sel telur beberapa jam setelah pencampuran. Ini disebut degan fertilisasi.Jika kemungkinan terjadinya fertilisasi rendah, misalnya pada jumlah sperma yang terlalu sedikit, maka mungkin sperma perlu disuntikkan langsung ke dalam sel telur.
4.    Kultur embrio
Sel telur yang telah dibuahi akan mulai mengalami pembelahan dan pertumbuhan. Pada tahap ini, ia disebut dengan embrio. Pertumbuhan embrio dipantau secara rutin untuk memastikan agar tetap normal. Dalam waktu 5 hari, embrio yang normal akan membelah secara aktif dan siap untuk dimasukkan ke dalam rahim.
5.    Pemindahan embrio
Embrio yang sudah siap, dipindahkan ke dalam rahim 3-5 hari setelah pengambilan sel telur dan pembuahan. Embrio dipindahkan melalui selang kecil (kateter) melalui vagina ke dalam rahim. Kehamilan akan terjadi begitu embrio melekat dan tumbuh pada dinding rahim. Embrio yang dimasukkan ke rahim jumlahnya dapat lebih dari satu guna memperbesar keberhasilan.Ini mengapa pada bayi tabung seringkali dapat terjadi kehamilan kembar.Setelah prosedur selesai, calon ibu diminta untuk tirah baring selama enam jam sebelum pulang. Dua minggu sesudahnya dapat dilakukan tes untuk mengetahui apakah prosedur berhasil.

In Vitro Fertilization Prosedur Bayi Tabung Info Kesehatan Indonesia
Prosedur Metode Bayi Tabung


Tidak Selalu Berhasil
          Meski prosedur ini tergolong mahal, namun rupanya tidak bisa menjamin keberhasilannya.Tingkat keberhasilan bayi tabung sangat bervariasi antar klinik, dan  kehamilan yang positif tidak selalu diikuti dengan lahirnya bayi dengan selamat di akhir penantian. Berdasarkan data CDC tahun 2009,29,4% wanita yang menjalani prosedur bayi tabung mengalami kehamilan dan 22,4% melahirkan bayi yang lahir dengan selamat. Faktor usia ibu merupakan hal yang paling mempegaruhi tingkat keberhasilan.
           Berdasarkan Society of Assisted ReproductiveTechnologies (SART), kemungkinan lahir bayi dengan selamat melalui prosedur bayi tabung bergantung pada usia calon ibu. Semakin muda, maka kemungkinannya akan semakin besar. Wanita berusia di bawah 35 tahun memiliki kemungkinan sebesar 41-43% dan terus menurun sekitar 10% setiap pertambahan 3 tahun usia. Ini berarti, wanita berusia di atas 41 tahun hanya memiliki kesempatan 13-18%. Meski demikian, dikatakan bahwa semakin ahli dokter yang membantu prosedur bayi tabung, maka tingkat keberhasilan juga akan semakin tinggi. Oleh karena itu, pastikan dokter yang mena-ngani adalah ahli di bidang infertilitas dan dibantu oleh laboratorium serta peralatan yang baik. Selalu ingat juga, bahwa proses sangat mungkin gagal dan perlu dilakukan berulang-ulang.
          Pemberian obat-obatan selama prosedur berlangsung biasanya cukup aman meski dapat menimbulkan beberapa efek samping. Obat perangsang sel telur, misalnya, dapat menimbulkan efek samping berupa kembung, sakit perut, nyeri kepala, uring-uringan,dan lain-lain. Meski jarang, obat ini juga dapat menyebabkan ovarian hyper stimulation syndrome (OHSS), yang menyebabkan penumpukan cairan di dalam perut dan dada. Kondisi ini ditandai dengan nyeri perut, kembung, peningkatan berat badan secara drastis, jarang buang air kecil meski banyak minum, muai, muntah, hingga sesak napas. Risiko lain yang dihadapi saat pengambilan sel telur antara lain reaksi terhadap obat bius, perdarahan, infeksi, dan kerusakan struktur di sekitar indung telur, misalnya usus dan kandung kemih.

Keuntungan dan Kerugian Metode Bayi Tabung
           Selain tidak selalu berhasil, adanya risiko efek samping dan komplikasi juga menghantui mereka yang memilih prosedur bayi tabung dalam upaya memiliki anak.Semua ini rela banyak pasangan, mengingat metode ini layak untuk dicoba.
Berikut keuntungan dan kerugian dari metode bayi tabung:
a.    Angka keberhasilan bayi tabung tergantung pada usia calon ibu. Kemungkinan berhasil makin besar jika wanita berusia di bawah 35 tahun.
b.    Dapat berujung pada kehamilan kembar. Tidak hanya dua, kadang tiga atau dapat juga lebih. Frekuensi kembar dapat mencapai 32%, sedangkan kembar tiga atau lebih frekuensinya sekitar 5%.
c.    Pada kehamilan kembar, risiko bayi lahir prematur dan biaya perawatannya menjadi lebih berat.
d.    Umumnya tidak ditanggungoleh asuransi dan memerlukan biaya besar.
e.    Pada wanita dengan gangguan di saluran telur, tidak perlu menjalani operasi agar dapat hamil.
f.    Tindakan yang aman, baik bagi ibu maupun anak.

Siapkah Anda Menggunakan Metode Bayi Tabung?
         Gangguan kesuburan seringkali menjadi masalah yang berkepanjangan dan menimbulkan tekanan.Rasa lelah dapat menghinggapi baik suami maupun istri dan menimbulkan stress.Inilah hal pertama dan utama yang harus diatasi terlebih dahulu oleh pasangan, sebelum memutuskan untuk melakukan prosedur bayi tabung. Sebelum pengambilan sperma dilakukan, pasangan tetap dapat berhubungan seperti biasa. Meski demikian pasien yang menjalani prosedur ini dianjurkan untuk tidak melakukan ejakulasi sedikitnya 48 jam sebelum prosedur, dan tidak lebih dari 5 hari. Hal ini dimaksudkan agar didapatkan sperma yang sehat dalam jumlah cukup.
         Meski tidak ada batasan waktu untuk melakukan hubungan seksual setelah prosedur dilakukan, namun umumnya dokter menganjurkan untuk menghindari hubungan seksual selama dua sampai tiga minggu, agar tidak merusak pre-embrio yang telah dimasukkan. Pasien atau calon ibu juga dianjurkan untuk tidak bekerja berat dan beristirahat selama 24 jam setelah pre-embrio dipindahkan ke dalam rahim. Olahraga seperti jogging, menunggang kuda, berenang, dan sebagainya juga perlu dihindari sampai ia diketahui positif hamil.

Sumber:
A. gambar:
 1. http://keperawatanreligionirinegemasari.wordpress.com/
 2. http://rise-bintang.blogspot.com/2012/10/perbedaan-bayi-tabung-dan-inseminasi.html

2 komentar :

  1. Ternyata ada keuntungan dan kerugiannya to dari metode bayi tabung. Saya malah baru tahu pak hehehe :D

    Terimakasih banyak atas informasinya pak :)
    Izin follow blog nya dan mengharap follow back
    Salam kenal ^^

    BalasHapus
  2. Assaalamualakum, post yang sangat informatif..selamat berkenalan :)

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...