expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Pare Obat Alami Kencing Manis

Manfaat pare, Obat Alami Kencing Manis Info kesehatan Indonesia
Pare
        SIAPA yang tidak kenal dengan pare? Setiap kali melihat pare, pastilah yang terbayang adalah rasa pahitnya. Buah pare memang terkenal akan kepahitannya. Pare memiliki nama latin momordica charantia L. Seringnya, buah pare pahit dimanfaatkan masyarakat sebagai sayur pelengkap menu makanan. Hanya saja, memang tidak semua orang menyukainya karena rasanya yang pahit. Namun, dibalik rasa pahitnya pare memiliki manfaat yang super,salah satunya untuk obat penurun kadar gula dalam darah (obat Kencing Manis).
Tidak hanya buahnya saja, daun dan bijinya juga tidak kalah manfaat. Berikut dipaparkan Prof. Dr. Sumal Wiryowidagdo, Apt, Guru Besar Departemen Farmasi, FMIPA Universitas Indonesia.
Mengenal Pare
         Pare tergolong tanaman semak semusim. Hidupnya menjalar atau merambat dengan sulur berbentuk spiral. Daunnya tunggal, berbulu, berbentuk lekuk, dan bertangkai sepanjang 10 cm. Bunganya berwarna kuning muda sedang batangnya berbulu agak kasar ketika masih muda namun akan menggundul setelah tua. Buahnya berbentuk bulat telur memanjang, berwarna hijau, kuning, sampai jingga, dan rasanya pahit.

           Tanaman pare berasal dari kawasan Asia Tropis, namun belum dipastikan sejak kapan tanaman ini masuk ke Indonesia. Saat ini tanaman pare sudah dibudidayakan di berbagai daerah. Umumnya, pembudidayaan dilakukan sebagai usaha sampingan. Pare ditanam di lahan pekarangan, atau tegalan, atau di sawah bekas padi sebagai penyelang pada musim kemarau.

         Ada sederetan penyembutan nama bagi tanaman pare. Misalnya paria, parea, pepareh, popare, papari, pepare, pariane, kambeh, paya, prieu, foria, pariak, paliak, truwuk, paita, poya, pudu, pentoe, beleng- gede, pania, pepule, kakariano, dan taparipong. Ini menunjukkan bahwa tanaman ini sudah tersebar hingga ke pelosok daerah.
Kandungan Gizi Pare
         Kandungan gizi yang ada pada pare antara lain kalori, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin (A, B, C), dan air. Karena kandungan senyawa dan gizi di dalamnya tersebut, maka tanaman ini banyak dimanfaatkan bagi kesehatan. Rasa pahit yang keluar dari Pare karena mengandung komponen kimia kukurbitasin A, B,C, D, E dan I (zat pahit dari golongan triterpen tetrasiklik), saponin, momordisin dan momordikosid F-1,F-2,G dan I. Kandungan-kadungan tersebut, terdapat di bagian daun, buah dan akar pare pahit. Sementara, pada bijinya terkandung 20-40 persen protein, 30-50 persen minyak lemak (terutama asamlinoleat 70-90%), zat pahit (momordikosid A, B, C, D, E, K, I) dan zat pahit kukurbitasin E

          Umumnya, buah pare pahit ini dimanfaatkan masyarakat sebagai sayur pelengkap menu makan. Tapi, selain bisa digunakan untuk sayur, bagian pare juga bisa dimanfaatkan untuk obat, terutama obat penurun kadar gula dalam darah untuk penderita kencing manis. Bahkan, bagian lain, seperti biji dan daunnya juga bisa digunakan untuk obat.

      "Semuanya sudah melalui penelitian, meskipun masih harus dilanjutkan terutama untuk memperoleh dosis yang tepat untuk pemakaian jangka panjang, karena pengobatan diabetes harus dilakukan dalam waktu lama," terangnya.
Manfaat Buah Pare
           Di Asia, Afrika dan Amerika latin, buah pare dikatakan Prof. Sumali sudah lama dikenal sebagai obat untuk menurunkan kadar gula darah dan disebut sebagai insulin tumbuhan. "Penelitian pada hewan uji memang menunjukkan efek tersebut dengan menggunakan ekstrak buah pare pahit," ujarnya.  Selain sebagai penurun kadar gula darah, penelitian terhadap protein yang diisolasi dari buah pare terutama dari bijinya menunjukkan bahwa protein tersebut (MAP 30) mempunyai prospek sebagai obat kanker.

       Tidak hanya itu, buah pare pahit juga digunakan sebagai abortifacient (untuk menggugurkan kandungan), obat psoriasis dan menghilangkan kejang pada saluran pencernakan. Komponen kimia dalam ekstrak buah pare pahit menunjukkan kesamaan Struktur dengan insulin hewan setelah diteliti melalui elektroforesis dan analisis terhadap spekrum inframerahnya. Pare pahit menunjukkan bisa menurunkan glukoneogenesis dalam hepar, meningkatkan sintesis glikogen dalam hepar, dan meningkatkan oksidasi glukosa periferjuga dalam eritrosit dan jaringan timbunan lemak(adipocyt), semuanya mirip dengan aktivitas insulin.

       "Welihinda dkk melaporkan bahwa buah pare pahit meningkatkan sekresi insulin dalam pankreas. Walaupun masih harus dibuktikan lebih lanjut,ekstrak buah pare meningkatkan sekresi insulin dalam pankreas,". Dari sekian banyak komponen kimia yang telah ditemukan dalam buah pare, penelitian difokuskan pada senyawa polipeptida yang diisolasi dari biji, yaitu polipeptida-p dan campuran glikosida steroid yang termasuk dalam golongan charantin.

          Mengenai aktivitas antivirusnya, telah diselidiki secara invitro. Hasilnya, ternyata suatu protein MAP-30 dilaporkan bisa menghambat enzim virus HIV integrase dan menyebabkan relaksasi yang ireversibel dari supercoiled asam-asam nukleat virus. Perubahan ini mengubah sifat virus sehingga tidak mampu berintegrasi untuk masuk ke dalam sel genome.

          "Kecuali itu,juga dilaporkan penurunan kecepatan infeksi ke dalam T-lymphocite dalam HIV tipe-1 dan juga penurunan kecepatan replikasi virus dalam sel yang terinfeksi secara invitro. Namun belum ada penelitian pada manusia/'terangnya.

         Dikatakan Prof. Sumali, MAP-30 juga dilaporkan memiliki aktivitas neoplastik secara invitro pada kanker buah dada. "Uji klinik telah banyak dilakukan pada manusia terhadap efek hipoglikemik buah pare pahit, namun masih banyakyang harus diyakinkan sehingga masih diperlukan lebih banyak lagi uji klinik untuk membuktikan efek buah pare pahit sebagai obat antidiabetik," paparnya.

Apakah Pare Aman dikonsumsi?
         Untuk penggunaan sebagai sayur atau lauk makanan, buah pare pahit tidak menimbulkan efek toksik dan efek samping. Kecuali, bagi mereka yang alergi terhadap buah pare pahit. Begitu juga penggunaan buah pare pahit sebagai obat, walaupun di dalam biji dan kulit buah ada zat lektin yang toksis, buah pare pahit tetap tidak menganggu pencernaan. Pada penderita diabetes yang menggunakan buah pare efek samping yang ditimbulkan bisa mengalami gejala seperti anemia (sakit kepala dan sakit perut). Namun, tidak ada efek toksik pada penggunaan buah pare pahit ini.

     Walaupun demikian, bagi wanita hamil atau menyusui tidak untuk tidak mengkonsumsinya sebagai makanan maupun sebagai obat, karena pare pahit adalah abortifacient (menyebabkan aborsi). Selain itu, bagi wanita dengan diabetes tipe II, konsumsi buah pare pahit bersama dengan bersama obat diabetes sulfonylurea klorpropamid (misal: glibenclamide) bisa menyebabkan terjadinya hipoglikemia (turunnya kadar gula darah).

     Oleh sebab itu, meskipun buah pare pahit atau ekstraknya sudah menunjukkan hasil baik untuk menyembuhkan diabetes tipe II, pengawasan oleh dokter yang merawat juga harus diterapkan secara disiplin bagi pasien kencing manis.
             
Sumber:
picture: http://www.bubblews.com/news/289861-pare-benefits

3 comments :

  1. jadi buah pare ini bagus untuk dikonsumsi penderita diabetes ya.

    ReplyDelete
  2. Terima kasih postingannya, ..

    Hanna Balsa aircraft

    ReplyDelete
  3. Sangat bermanfaat sekali nih Kak..hee

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...